Dairi WARTAPOLRI.COM
Pusat Pasar Sidikalang menghasilkan 5 ton sampah setiap hari. 60% sampah tersebut adalah sampah basah ataupun sampah organik. Sebuah terobosan dilakukan pihak PD Pasar Sidikalang dengan melakukan riset pengolahan sampah organik. Riset ini dilakukan setelah mendapat edukasi pengolahan sampah oleh sebuah NGO bernama PETRASA yang bergerak diberbagai bidang terutama Pertanian.
Sampah organik tersebut diolah menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat dan budidaya magot. Diketahui magot mengandung 60% protein yang sangat bagus bila digunakan sebagai pakan ternak. Dengan mengundang Bupati Dairi yang hadir dengan diwakili oleh Asisten II Jhoni Walin Purba yang membidangi PD Pasar, Dinas Lingkungan Hidup Dairi, Disperindag, Petrasa dan Kelompok Tani, PD Pasar melakukan giat Pemaparan Pengolahan Sampah Pasar di kediaman Direktur Umum PD Pasar Lumpin Pangaribuan Selasa (6/9/2022).

” Jujur sesuai perintah Bpk Bupati bahwasanya PD Pasar itu seyogianya mengembangkan perdagangan. Bukanlah sebenarnya target kami untuk produksi Magot ini.” kata Dirut PD Pasar Sidikalang Jon Tony Dabutar dalam sambutannya.
Yang mana nantinya pengolahan sampah ini akan direncanakan menjadi unit bisnis PD Pasar kedepannya.
” Kami dari PD Pasar mengharapkan Pemerintah kiranya nanti dapat membantu PD Pasar kalau lah nanti berkenan mengembangkan produk pengolahan sampah ini kearah yang lebih besar.” ujar Jhon Tony yang berharap bantuan dari Pemerintah Daerah saat menutup sambutannya.
Asisten II Jhoni Waslin Purba yang hadir mewakili Bupati Dairi diawal sambutannya secara pribadi mengakui kurang setuju dengan rencana PD Pasar tersebut. Namun mengakui kalau hal ini sudah lama dibicarakan. “Sangat inovatif sekali kegiatan ini, dan pihak PD Pasar ngoto. Nah kalau sudah ngotot udah enak ini..” kata Joni Waslin Purba dalam sambutannya.
“Dari ngototnya ini berarti ada tanggung jawab dan motivasi yang luar biasa hingga mereka melakukan kegiatan ini.” ujar Joni yang menilai kengototan pihak PD Pasar menunjukkan kemauan yang luar biasa dan tanggung jawab. Hingga akhirnya pihak Pemkab merespon kegiatan ini.
“Yang paling diutamakan itu kemauan., kemauan untuk bekerja. Kalau masalah kemampuan itu bisa nomor dua., nanti ada pengembangan kompetensi untuk mengatasi itu.” ujar Joni mengakhiri sambil mengingatkan pihak PD Pasar tentang banyak hal yang harus dipersiapkan untuk mewujudkan kegiatan pengolahan sampah pasar ini.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pengujian kwalitas pupuk organik cair dan padat hasil riset pengolahan sampah organik PD Pasar dengan menggunakan alat sederhana yang terbuat dari bola lampu yang terhubung ke listrik. Namun kwalitas hasil pengujiannya tidak diragukan sambil juga memperlihatkan bibit alpukat berumur 2 bulan sebagai hasil percobaan dengan pengaplikasian pupuk hasil olahan PD Pasar.
Penulis : Mula Pangaribuan.

