Kota Binjai, WartaPolri.Com – Sebanyak 3 ( tiga ) Sungai yang melintasi kota Binjai tidak pernah bermanfaat. Tiga badan sungai tersebut masing-masing Sei Bingai, Sei Mencirim dan Sei Bangkatan, berada atau melintasi Kota Binjai, “Artinya Kota Binjai memiliki kekayaan alam dari sektor persungaian” kata Ketua Binjai Corruption Watch GITO AFFANDI di Kota Binjai pada WartaPolri.Com Kamis ( 31 – 3 – 2022 )
Ketua BCW ini menjelaskan bahwa, Sejak Zaman dahulu kala hingga sekarang, tiga sungai itu tidah berubah. Maksudnya perubahan untuk sektor Sumber Daya Alam (SDA) “Yang pasti, sejak era Reformasi 1998 dengan sistem Pemerintahan Otonomi, sebenarnya ini suatu momentum agar setiap Daerah bisa berbenah diri menuju Daerah Madani. Tetapi, khusus untuk Binjai semua tujuan dan harapan semakin jauh” ucap Bung GITO.
“Tiga Sungai yang mengalir ditengah Kota Binjai, sebenarnya bisa dikemas menjadi wisata sungai yang bisa melahirkan PAD dengan dampak keindahan yang kalau dibayangkan gak didapati oleh Daerah lain” kata Ketua BCW.
BANGUNAN LIAR SEMAKIN PERKECIL BADAN SUNGAI
Dan kenapa cuma berhayal? “Coba lihat di badan ketiga sungai itu sekarang. Mungkinkah bisa dikemas menjadi Wisata Sungai? Sementara banyak hal yang harus dihadapi. Pertama harus berhadapan dengan pemilik bangunan yang fisik bangunannya sampai kebibir sungai bahkan ada yang melewati bibir sungai. Kedua kejorokan sungai karena tidak adanya kesadaran orang tentang pencemaran sungai. Ke tiga tidak adanya keberanian Instansi Pemerintah untuk menertibkan hal-hal yang menyimpang dan tak menghiraukan jalur hijau sungai. Ke empat, tidak adanya perencanaan membangun Wisata Air.
Nah ini yang harus menjadi konsep perencanaan Tehnis Dinas Pariwisata Kota Binjai yang bekerjasama dengan Dinas PU/Pengairan yang tentu lebih teknis mengetahui ketiga aliran sungai yang ada. Soal SKPD lain seperti Bappeda dll, itu tidak kita telaah disini karena urusan Birokrasi.
“Yang saya tekankan disini, adakah pernahkah terlintas dibenak Kadis Pariwisata soal Wisata, dan PUPR pernahkah melihat kondisi itu?” Tanya Bung GITO.
- Penulis : M Mendrofa / Arif Rifani.

