Maruli Malau, “Amir Hamzah, Gagal Wujudkan Janji Kampanyenya”

 

 

 

Kota Binjai, WartaPolri.Com – Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kota Binjai Periode 2009-2014 s/d 2014-2019 MARULI MALAU mengatakan bahwa 1 Tahun Kepemimpinan Drs. H. Amir Hamzah, M.AP di Kota Binjai, Gagal Wujudkan Janji Kampanyenya.

 

“Ini penilaian saya terhadap kinerja 1 tahun kepemimpinan Walikota Binjai 2021-2024 telah gagal dalam mewujudkan Janji Kampanye nya yang mau menjadikan kota Binjai yang Berbudaya dan Religi” kata Maruli Malau, hal ini juga sesuai dengan apa yang diupload pada medsos miliknya bernama @MaruliMalau Selasa 26 – 4 – 2022.

 

“Kegagalan tsb meliputi pembangunan kota Binjai & birokrasi, sebagai mana yang telah disampaikan Walikota Binjai Drs H Amir Hamzah M AP dalam Program 100 hari kerja Walikota Binjai dalam sidang paripurna DPRD Kota Binjai
Pada tgl 13 April 2021 baik pembangunan infrastruktur, Drainase, Jalan & Pasar Tavip yang dikeluhkan Masyarakat  ucap walikota Binjai. Penilaian saya Semuanya Gagal” tulis Maruli.

 

“Saya katakan gagal karena belum terlihat sama sekali perubahan kota Binjai, katanya sayang dan cinta sama kota Binjai, apa sayang dan cintanya hanya sebatas perubahan taman ke taman?” tanya Maruli.

 

“Dan apakah walikota Binjai ini  tidak pernah berpikir bagaimana caranya agar masyarakat kota Binjai ini tidak selalu mengalami kebanjiran ketika saat hujan turun?” tanyanya lagi.

 

Menurut Mantan Anggota DPRD Kota Binjai ini bahwa, Janji Politik yang tidak kunjung tiba itu meliputi :

1. Pengembalian Jalan Jend Sudirman ke 2 arah.

2. Pemberantasan/Predaran Narkoba, ternyata dari No urut 2 menjadi No 1

3. Akan menjemput Pasien(orang sakit) dari rumah warga.

4. Menambah pemasangan jaringan Wifi setiap sudut kelurahan.

5. Mengurangi penderita Gizi buruk.

 

Semboyan yang selalu digaungkan “Jangan ada lagi rakyat yang menagis kelaparan karena tidak punya beras”

“Jangan adalagi rakyat yang menangis karena mau berobat tidak punya uang”

“Jangan adalagi rakyat yang menagis karena biaya pendidikan” jelas mantan Anggota DPRD ini.

 

“Semuanya hanya sebuah isapan jempol belaka yang terlihat sampai saat ini hanya sebatas bongkar bangun pagar Pujasera, taman balita dan taman remaja kota Binjai yang tak begitu ada faedahnya dan hanya menghambur hamburkan uang rakyat, serta ganti mengganti geser menggeser kepala dinas serta jajarannya camat, lurah dll, dan yang anehnya lagi apa tidak ada PNS kota Binjai yang berkompeten dan pangkat atau golongan yang memenuhi standart sehingga harus mengimport PNS dari luar kota binjai, saya beri contoh seperti Kabag Umum dan Kesra untuk mengisi jabatan di kota Binjai ini?” tanyanya.

 

“Inilah penilaian saya terhadap 1 tahun kinerja walikota Binjai Priode 2021-2022” kata Maruli Malau, mengakhiri tulisan tentang penilaian dirinya atas kinerja Walikota Binjai tersebut.

 

Penulis :  M Mendrofa.

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *