Binjai, WartaPolri.Com – Hal ini dikatakan Katua Binjai Coruption Wath ( BCW ) Kota Binjai GITO AFFANDY di Binjai, Selasa ( 31 / 5 )
“Pendapatan Asli Daerak (PAD) sektor perparkiran di Kota Binjai cukup besar” kata Gito Affandy.

Menurutnya, Berapa potensi, berapa yang terserap harus jelas.
“Harus lebih jelas berapa yang bulanan / mingguan. Berapa kejuru parkir, pihak ketiga dan berapa masuk ke PAD setelah dipotong untuk ini itu” tegasnya.
Pandangan ini disampaikan ketua BCW Binjai Gito Affandi saat diminta pandangannya soal pajak/retribusi perparkiran di Binjai yang sudah waktunya ditertibkan.
Dikatakannya, selama ini harus diakui masalah pajak/retribusi parkir memang cukup memprihatinkan sehingga menimbulkan pertanyaan. “Siapa sebenarnya yang berkuasa? Juru parkirkah? Fihak Ketigakah? atau Dinas Lidernyakah? atau Para Oknum Lider itu sendiri?” ujar Gito dengan nada bertanya.
Menurutnya, fakta dilapangan, terlihat Juru Parkir sudah setengah mati siang dan malam bahkan saat hujan mengutip, tapi dapatnya cuma untuk pas makan.
“Jadi siapa yang kenyang? Siapa yang keluar tenaga? Siapa yang kaya? Sebenarnya siapa yang berkompeten? Tanya Gito Affandy.
Gito menambahkan bahwa, Harusnya disetiap pinggiran jalan tertera, berapa tarif parkir roda dua, tiga, empat dan seterusnya.
“Ini harus jelas transfaran” tuntasnya.
Menurutnya kalau mau jujur, bukan sedikit indikasi kebocoran PAD disektor parkir, tetapi siapa yang perduli? Ujar Gito.
Penulis : M Mendrofa.

