Kunjungan Gubsu Di Madina Sepi Pejabat, Ganti Mereka Pak Bupati

MADINA, – Wartapolri.com – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sejak Selasa (11/10/2022) kemarin

Pada hari ketiga kegiatan silaturahmi di Gedung Serba Guna Kecamatan Panyabungan, Kamis (13/10/2023)

Di situ, Edy meluapkan kekesalannya akibat banyak pejabat di pemerintahan Madina tidak hadir. Ia pertama mengabsen para tamu undangan yang berhadir mulai dari DPRD, Kepala Dinas, Camat hingga Kepala Desa.

Tak seorang pun DPRD Madina baik pimpinan, wakil pimpinan dan anggota yang hadir dalam acara silaturahmi itu. Lalu, Gubsu menanyakan Kepala Dinas, dari 23 Dinas hanya 9 yang berhadir.

“Ketua DPRD saya dengar ada tugas ke Aceh, tapi yang lain mana?” ujarnya.

Berlanjut ke camat, dari 23 kecamatan di Kabupaten Madina hanya 9 Camat yang hadir. Kemudian berpindah menanyakan kehadiran kepala desa, dari 377 desa yang hadir hanya 100 kepala desa.

Edy Rahmayadi menyangka pejabat di Pemkab Madina mulai dari Kepala Dinas hingga Kepala Desa tidak takut kepada Bupati, HM Ja’far Sukhairi Nasution.

“Jangan-jangan mereka yang tidak hadir ini tak takut kepada Bupati,” jelasnya

Untuk lembaga DPRD, Edy minta Kapolres dan Kejari memanggil wakil rakyat tersebut. Karena, jika Bupati yang panggil, Edy menilai bisa bisa anggota DPRD tidak akan merasa takut.

“Kejari dan Kapolres memiliki kamar tahanan atau penjara, kumpulkan DPRD itu ya,” sebut Gubsu, Kamis (13/10/2022) di Gedung Serba Guna, Desa Parbangunan.

Edy mengaku sebenarnya ingin marah besar dalam acara tersebut, namun ia meminta Bupati memanggil para Kepala Dinas yang tidak hadir itu.

“Kalau tak becus ganti aja kepala dinas yang tidak hadir itu, ganti aja pak Bupati,” tegasnya.

Dalam acara pertemuan ini, di dalam roundown kunjungan kerja Gubernur Sumatera Utara ke Madina yang berlangsung di gedung serba guna melibatkan beberapa undangan termasuk mahasiswa dari STAIN Madina serta para pemangku kebijakan di daerah.

Hingga berita ini diturunkan, Edy masih melakukan pemaparan di depan tamu undangan termasuk mempertontonkan rapor dana insentif daerah (DID) Kabupaten Madina yang isinya begitu memilukan dan memalukan akibat banyak poin-poin nilai yang tidak bisa ternilai akibat rendahnya pencapaian prestasi
(Rispan Syahputra)

Mungkin Anda Menyukai